Followers

Tuesday, January 20, 2015

HAMPA

Saat ini 
Hanya gelap yang ku saksikan 
Di bawah langit malam yang terang 
Penuhi mata yang terpejam perlahan 
Petang tak berujung menghampiri untuk berkawan 
Mendekap erat jiwa yang mulai rentan 
Walau sinar bintang indah berkilauan 
Tetap tak dapat lepaskanku dari kegalauan 

Saat ini 
Hanya hembusan angin yang ku rasakan 
Membelai kulitku yang gersang kian 
Terasa tajam hingga tinggalkan goresan 
Jiwa telanjang tersentuh dingin yang mematikan 
Tiada sanggup lagi tegakkan sendi dan tulang 
Tinggal sandaran upaya yang teruntuhkan


Saat ini 
Hanya hening yang ku resapi 
Meski ku dekap alunan melodi 
Meski gaduh beribu mesin merasuki 
Kesunyian tetap bersemayam dalam hati 
Jendela hati dalam gulita kokoh terkunci 
Beranjak mata ini berselimut rantai sandi 
Yang makin merumitkan anyaman berjuta sensori


Saat ini 
Hanya hampa yang terpasung dalam kalbu 
Tiada rasa gejolak yang melagu 
Nada duka tampak riang berpadu 
Melengkapi derai durja penuh sabu 
Makin ku rasa jiwa dalam belenggu 
Seakan bahagia tegar dalam beku 
Tinggal kosong yang enggan berlalu 
Hambar terasa keterasingan ini menandu

August 2011

No comments:

Post a Comment