Saat ini
Hanya gelap yang ku saksikan
Di bawah langit malam yang terang
Penuhi mata yang terpejam perlahan
Petang tak berujung menghampiri untuk berkawan
Mendekap erat jiwa yang mulai rentan
Walau sinar bintang indah berkilauan
Tetap tak dapat lepaskanku dari kegalauan
Saat ini
Hanya hembusan angin yang ku rasakan
Membelai kulitku yang gersang kian
Terasa tajam hingga tinggalkan goresan
Jiwa telanjang tersentuh dingin yang mematikan
Tiada sanggup lagi tegakkan sendi dan tulang
Tinggal sandaran upaya yang teruntuhkan
Saat ini
Hanya hening yang ku resapi
Meski ku dekap alunan melodi
Meski gaduh beribu mesin merasuki
Kesunyian tetap bersemayam dalam hati
Jendela hati dalam gulita kokoh terkunci
Beranjak mata ini berselimut rantai sandi
Yang makin merumitkan anyaman berjuta sensori
Saat ini
Hanya hampa yang terpasung dalam kalbu
Tiada rasa gejolak yang melagu
Nada duka tampak riang berpadu
Melengkapi derai durja penuh sabu
Makin ku rasa jiwa dalam belenggu
Seakan bahagia tegar dalam beku
Tinggal kosong yang enggan berlalu
Hambar terasa keterasingan ini menandu
Hanya gelap yang ku saksikan
Di bawah langit malam yang terang
Penuhi mata yang terpejam perlahan
Petang tak berujung menghampiri untuk berkawan
Mendekap erat jiwa yang mulai rentan
Walau sinar bintang indah berkilauan
Tetap tak dapat lepaskanku dari kegalauan
Saat ini
Hanya hembusan angin yang ku rasakan
Membelai kulitku yang gersang kian
Terasa tajam hingga tinggalkan goresan
Jiwa telanjang tersentuh dingin yang mematikan
Tiada sanggup lagi tegakkan sendi dan tulang
Tinggal sandaran upaya yang teruntuhkan
Hanya hening yang ku resapi
Meski ku dekap alunan melodi
Meski gaduh beribu mesin merasuki
Kesunyian tetap bersemayam dalam hati
Jendela hati dalam gulita kokoh terkunci
Beranjak mata ini berselimut rantai sandi
Yang makin merumitkan anyaman berjuta sensori
Hanya hampa yang terpasung dalam kalbu
Tiada rasa gejolak yang melagu
Nada duka tampak riang berpadu
Melengkapi derai durja penuh sabu
Makin ku rasa jiwa dalam belenggu
Seakan bahagia tegar dalam beku
Tinggal kosong yang enggan berlalu
Hambar terasa keterasingan ini menandu
August 2011
No comments:
Post a Comment